suarasubang.com – Bagi Darmita, pria berusia 57 tahun asal Kampung Parunggirang RW 08/26, Kelurahan Parung, Subang, hari Rabu itu seharusnya berjalan seperti hari-hari biasanya.
Sebagai seorang petani, rutinitasnya sudah terpola: berangkat ke sawah saat matahari meninggi dan kembali ke rumah saat senja mulai turun.
Sawah tempatnya mengais rezeki terletak di seberang Sungai Ciasem. Baginya, menyeberangi sungai tersebut adalah bagian tak terpisahkan dari perjalanan pulang pergi bekerja. Jalur itu sudah ia kenal di luar kepala.
Namun, pada Rabu sore itu, alam berkehendak lain. Saat Darmita melangkahkan kakinya ke dalam air untuk kembali ke pelukan keluarga, bahaya datang tanpa peringatan. Berdasarkan kesaksian warga setempat, permukaan air Sungai Ciasem yang semula tenang tiba-tiba naik dengan cepat.
Arus besar datang menghantam dari hulu, mengubah sungai yang familiar itu menjadi jebakan mematikan. Tubuh renta Darmita tak kuasa menahan terjangan air bah yang mendadak itu.
Dalam sekejap mata, ia terseret arus deras yang menggila, hilang dari pandangan sebelum sempat mencapai tepian.
Kabar hilangnya Darmita segera menyebar, membawa kepanikan di Kampung Parunggirang. Malam itu juga, suasana berubah kelabu. Keluarga yang cemas, dibantu oleh warga sekitar, segera turun ke pinggiran sungai.
Dengan penerangan seadanya, mereka menyisir bantaran sungai secara manual sepanjang malam, berharap menemukan jejak sang kepala keluarga.
Namun, hingga matahari Kamis (12/2/2026) terbit, upaya mereka belum membuahkan hasil. Darmita masih belum ditemukan.
Keesokan harinya, harapan untuk menemukan Darmita kini digantungkan pada tim pencari profesional. Tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas, BPBD, dan Tagana Kabupaten Subang segera diterjunkan ke lokasi untuk mengambil alih komando pencarian.
April, salah seorang anggota Tagana Subang, mengonfirmasi bahwa mereka telah bergerak cepat setelah menerima laporan. Koordinasi lintas instansi segera dilakukan untuk memetakan strategi pencarian yang efektif.
“Kami dari Tagana Subang bersama Basarnas dan BPBD akan melakukan penyisiran di titik-titik yang dicurigai,” ujar April dengan nada serius. Ia menjelaskan bahwa fokus pencarian akan diarahkan pada area sungai dengan arus yang melambat serta ceruk-ceruk yang berpotensi menjadi tempat tersangkutnya korban.
Di tengah upaya pencarian yang intensif ini, April juga menitipkan pesan kepada masyarakat agar tragedi serupa tidak terulang. Ia mengimbau warga untuk meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di sekitar sungai, terutama mengingat debit air yang bisa meningkat sewaktu-waktu tanpa bisa diprediksi.
Kini, seluruh tim gabungan dan warga Parunggirang bersatu dalam satu harapan: agar Darmita dapat segera ditemukan dan dipulangankepada keluarganya yang telah menanti dengan penuh kecemasan.








