Beranda Berita Subang Sesar Aktif Picu Gempa Dangkal Magnitudo 2,9 di Subang

Sesar Aktif Picu Gempa Dangkal Magnitudo 2,9 di Subang

gempa dangkal Subang

Gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 2,9 mengejutkan wilayah Kabupaten Subang, Jawa Barat. Peristiwa ini terjadi pada Kamis (5/2/2026) sore, tepatnya pukul 16.54 WIB.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) segera melakukan analisis cepat pascagempa. Hasilnya menunjukkan fenomena ini merupakan gempa dangkal yang dipicu aktivitas sesar aktif.

Kepala BMKG Stasiun Bandung, Teguh Rahayu, merinci posisi episenter gempa di daratan. Lokasinya berada pada koordinat 6,69 LS dan 107,74 BT, atau sekitar 13 kilometer arah Barat Daya dari pusat Kabupaten Subang.

BACA JUGA:  Viral Korban Miras Subang: Bupati Baru "Gaspol" Setelah Ditelepon Kang Dedi?

Pusat guncangan berada pada kedalaman atau hiposenter 5 kilometer. “Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas sesar aktif,” ujar Teguh Rahayu dalam keterangan resminya.

Dampak getaran menyebar hingga ke wilayah Kecamatan Kasomalang dan Ciater. Guncangan tercatat memiliki intensitas II MMI (Modified Mercalli Intensity).

BACA JUGA:  Mengapa Lembur Pakuan Bakal Jadi Titik Aksi LSM Pemuda & Mahasiswa Subang

Pada skala tersebut, getaran hanya dirasakan oleh beberapa orang. Efek visualnya terlihat dari benda-benda ringan yang digantung bergoyang.

Meski demikian, struktur bangunan warga dilaporkan aman. “Hingga saat ini belum ada laporan mengenai kerusakan bangunan sebagai dampak gempa bumi tersebut,” tambah Rahayu.

Hasil monitoring hingga pukul 17.20 WIB juga membawa kabar melegakan. BMKG memastikan tidak ada aktivitas gempa susulan atau aftershock yang terdeteksi.

BACA JUGA:  Menilik Asal-Usul Subang: Dari Legenda Anjing Merah hingga Nyimas Subang Larang

Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan tidak terpancing isu yang tidak bertanggung jawab. Warga diminta hanya memercayai informasi resmi dari kanal terverifikasi milik BMKG.