Warga Jawa Barat diimbau untuk kembali meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi sebagian besar wilayah Tatar Pasundan akan didominasi hujan dalam sepekan ke depan, mulai 19 hingga 25 Januari 2026.
Berdasarkan analisis terbaru, dinamika atmosfer saat ini menunjukkan aktivitas signifikan yang mendukung pertumbuhan awan hujan. Kondisi ini memicu peningkatan potensi awan konvektif yang berdampak langsung pada curah hujan di berbagai daerah.
BMKG mencatat bahwa hujan yang turun tidak hanya berintensitas sedang, tetapi juga berpotensi sangat lebat. Masyarakat diminta mewaspadai fenomena ini karena kerap disertai kilat atau petir serta angin kencang yang dapat terjadi tiba-tiba.
Meski demikian, karakteristik hujan kali ini diprediksi terjadi pada skala lokal dengan durasi yang relatif singkat. Pola cuaca seperti ini sering kali muncul tidak merata, namun tetap membawa risiko hidrometeorologi yang patut diantisipasi.
Masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan disarankan untuk selalu memantau informasi cuaca terkini. Persiapan dini seperti membawa payung atau jas hujan menjadi langkah bijak demi keselamatan dan kelancaran aktivitas harian di tengah musim penghujan.








