Koperasi Produsen Gunung Luhur Berkah (GLB) kembali menorehkan prestasi gemilang di kancah perdagangan internasional. Sebanyak 96 ton kopi asal Kampung Leuwinutug, Kecamatan Cisalak, Kabupaten Subang, resmi dilepas untuk memenuhi permintaan pasar Aljazair, Minggu (18/01/2026).
Menteri Koperasi (Menkop), Ferry Juliantono, yang memimpin langsung pelepasan lima kontainer tersebut, tak kuasa menyembunyikan rasa bangganya. Ia menilai keberhasilan petani Subang menembus pasar global adalah kemenangan bagi seluruh bangsa.
“Terima kasih kepada semua yang sudah secara langsung maupun tidak langsung menjadikan Koperasi Produsen Gunung Luhur Berkah ini bisa menjadi eksportir dan naik kelas mendunia. Bukan hanya Subang yang bangga, tapi ini menjadi kebanggaan nasional,” ujar Ferry dalam sambutannya.
Sebagai bentuk dukungan konkret, Ferry langsung menginstruksikan Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) untuk mempercepat pencairan modal bagi GLB. Langkah ini dinilai vital agar koperasi dapat terus memperluas cakupan ekspornya.
Lebih jauh, Menkop menegaskan bahwa penguatan koperasi adalah upaya menerjemahkan visi ekonomi konstitusional yang diusung Presiden Prabowo.
“Presiden Prabowo ingin supaya negara hadir lagi untuk mengatur, supaya sistem praktik arah perekonomian kita kembali ke konstitusi kita. Ini pesan yang ingin saya sampaikan sebagai bentuk penerjemahan,” tambah Ferry.
Ketua Koperasi GLB, Miftahudin Shaf, mengungkapkan bahwa koperasinya kini menjadi motor penggerak ekonomi bagi 450 anggota dengan luas lahan garapan mencapai 1.589 hektare. Rekam jejak ekspor mereka pun terbilang fantastis.
Dalam rentang tahun 2024–2025 saja, GLB tercatat telah mengirimkan 964,2 ton kopi ke enam negara. Total nilai transaksi dari aktivitas perdagangan lintas negara tersebut menembus angka fantastis, yakni lebih dari Rp77,6 miliar (US$ 4,6 juta).








