Beranda Berita Subang Gunung Kembar Menangis, Cikanday Ngamuk Terjang Cibago

Gunung Kembar Menangis, Cikanday Ngamuk Terjang Cibago

Banjir Bandang Subang

Subang – Langit di atas Gunung Kembar rupanya sedang galau berat pada Kamis siang kemarin.

Air matanya tumpah ruah hingga bikin Sungai Cikanday di Kampung Cibago tak sanggup menahan beban.

Sekitar pukul setengah dua siang, banjir bandang datang tanpa permisi menyapa warga Desa Mayang, Kecamatan Cisalak.

Kabar sedihnya, ada enam rumah warga yang harus rela babak belur dihajar terjangan air bah.

BACA JUGA:  Pelaku Pembunuhan Warga Toraja di Subang Akhirnya Ditangkap Polisi

Pak Kapolres Subang, AKBP Dony Eko Wicaksono, langsung turun gunung menjelaskan duduk perkaranya.

Rupanya kiriman air jumbo dari bukit selatan datang keroyokan melebihi kapasitas tampung sungai.

“Curah hujan tinggi di wilayah Gunung Kembar membuat sungai tidak bisa menampung air dan membawa material lumpur serta batu ke pemukiman warga. Enam rumah mengalami kerusakan cukup berat,” ujar AKBP Dony.

Gara-gara insiden basah ini, sebanyak 30 warga terpaksa angkat kaki sementara waktu.

BACA JUGA:  Heri Sopandi Beri Pesan Penguatan untuk Guru Subang di Malam Anugerah Pendidikan 2025

Mereka kini harus menginap ramai-ramai di GOR Desa Mayang demi mencari tempat aman.

Tak pakai lama, tim gabungan super sigap langsung terjun ke gelanggang lumpur.

Mulai dari Polisi, TNI, BPBD, sampai warga lokal bahu-membahu jadi pasukan bersih-bersih dadakan.

Mereka bergotong royong mengusir lumpur dan batu nakal yang menyumbat aliran Sungai Cikanday.

“Saat ini situasi di lokasi tetap kondusif. Personel gabungan terus bekerja memastikan tidak ada material yang menghambat aliran sungai agar banjir susulan bisa dicegah,” jelas AKBP Dony.

BACA JUGA:  Pindad Siap Tancap Gas, Pabrik Mobil Nasional Bakal "Ngebul" di Subang

Tak cuma modal otot, urusan perut pengungsi juga jadi perhatian utama Pak Polisi.

Paket sembako sedang dikebut agar segera mendarat mulus di lokasi pengungsian.

Bantuan ini diharapkan bisa jadi pelipur lara bagi warga yang sedang diuji oleh alam.