Beranda Berita Subang Warga Cidahu Geram, Tuntut Transparansi CSR PT Samator

Warga Cidahu Geram, Tuntut Transparansi CSR PT Samator

Warga Cidahu Geram, Tuntut Transparansi CSR PT Samator
Kordinator Aksi Rian Anggriana sedang menyampaikan orasi terkait Dana CSR /H.Yaman/PR Subang

Subang – Ratusan warga Desa Cidahu, Kecamatan Pagaden, Kabupaten Subang, turun ke jalan untuk menyuarakan protes mereka terhadap PT Samator Indo Gas cabang Subang. Aksi unjuk rasa yang berlangsung di depan gerbang perusahaan ini dipicu oleh ketidakjelasan penyaluran dana Corporate Social Responsibility (CSR), yang selama ini dinilai tidak memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar.

Dengan penuh semangat, warga mendesak PT Samator untuk bersikap transparan dan bertanggung jawab atas dana CSR yang seharusnya menjadi hak mereka. Mereka menilai kehadiran perusahaan gas raksasa ini justru lebih banyak membawa dampak negatif daripada manfaat bagi lingkungan sekitar.

Kegeraman Warga: CSR Tidak Pernah Dirasakan

“Kami tidak pernah merasakan manfaat keberadaan PT Samator di desa kami. CSR yang seharusnya membantu masyarakat, sampai sekarang tidak jelas penyalurannya,” ujar Rian Anggriana, koordinator aksi, dalam orasinya pada Kamis, 27 Februari 2025.

BACA JUGA:  Kang Rey Ikuti Retret Kepemimpinan di Akmil Magelang, Siap Gaspol Bangun Subang

Selain isu dana CSR, warga juga mengeluhkan rusaknya jalan penghubung Desa Cidahu dengan Kelurahan Dangdeur akibat lalu lalang kendaraan perusahaan. Mereka menuntut PT Samator segera memperbaiki jalan tersebut agar aktivitas warga tidak terganggu.

“Jalan ini rusak parah dan sangat mengganggu. Kami minta perusahaan bertanggung jawab atas perbaikannya,” seru salah seorang warga yang turut berorasi.

Ancaman Keselamatan: Trauma Insiden Ledakan

Tak hanya soal dana CSR dan infrastruktur, warga juga menuntut jaminan keamanan dari PT Samator. Insiden ledakan gas pada November 2024 yang menewaskan satu orang dan melukai dua lainnya masih membekas di ingatan mereka. Ketakutan akan bahaya serupa membuat warga mendesak perusahaan untuk meningkatkan standar keselamatan.

BACA JUGA:  Polres Subang Gerebek Pengedar Sabu, Amankan Barang Bukti 1,67 Gram

“Kami butuh kepastian keamanan! Jangan sampai kejadian tragis tahun lalu terulang lagi,” tegas Abi Raja Banggala, perwakilan Karang Taruna Cidahu.

Audiensi yang Tak Memuaskan, Warga Ancam Aksi Lanjutan

Dalam aksi tersebut, perwakilan warga sempat bertemu dengan pihak perusahaan untuk melakukan audiensi. Namun, hasil pertemuan itu tidak memuaskan warga, karena pihak perusahaan tetap enggan mengungkapkan secara rinci penyaluran dana CSR.

BACA JUGA:  Polres Subang Bagi-Bagi Beras untuk Pengendara Tertib, Begini Alasannya!

“Kami sudah memberikan dana CSR, baik saat lebaran, kurban, maupun bantuan untuk karang taruna dan desa,” klaim salah satu perwakilan PT Samator.

Perusahaan berjanji akan membahas lebih lanjut bersama kepala desa dan memberikan kejelasan pada 10 Maret 2025. Namun, janji ini tidak cukup untuk meredakan kemarahan warga.

“Kami sudah bosan dengan janji-janji kosong. Jika tuntutan kami tidak dipenuhi, kami akan kembali turun ke jalan dengan massa yang lebih besar!” ancam Rian.

Masyarakat berharap PT Samator dapat lebih terbuka dan bertanggung jawab terhadap kesejahteraan warga sekitar. Jika tidak, gelombang protes yang lebih besar dipastikan akan terjadi.