Beranda Berita Nasional Proses Perbaikan Jembatan Baru Kota Banjar, Menunggu Hasil Penelitian Tanah

Proses Perbaikan Jembatan Baru Kota Banjar, Menunggu Hasil Penelitian Tanah

Untitled-1.jpg

Proses perbaikan Jembatan Baru (Jembar) Kota Banjar, Jawa Barat, masih menunggu hasil penelitian.

Sebelumnya, Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kota Banjar telah melakukan penelitian untuk keperluan perbaikan jembatan tersebut.

Kepala Dinas PUTR Kota Banjar Tommy Subagja, melalui Kabid Bina Marga Agus Sarifudin mengatakan, saat ini pihaknya masih menunggu hasil penelitian.

“Hasilnya belum ada, kita juga masih menunggu,” kata Agus Sarifudin saat meninjau jembatan baru bersama Komisi III DPRD Kota Banjar, Kamis (8/12/2022).

BACA JUGA:  Pabrik VinFast Siap Serap Tenaga Kerja Lokal, Target Awal 50 Ribu Unit Mobil Setahun

Baca Juga : Perbaikan Jembatan Baru, DPUTR Kota Banjar Nunggu Hasil Kajian Teknis

Sementara itu, Ketua Komisi III DPRD Kota Banjar, Cecep Dani Sufyan mengatakan, berdasarkan informasi dari bidang Bina Marga, perbaikan hanya bisa berjalan setelah hasil penelitian keluar.

“Kemarin informasinya waktu pengeboran ada kendala karena hujan jadi agak terlambat,” katanya.

BACA JUGA:  Permendikdasmen Nomor 6 Tahun 2026 Terbit, Abdul Mu'ti: Guru dan Siswa Harus Nyaman di Sekolah

Pembatasan Kendaraan Sebelum Proses Perbaikan Jembatan Baru

Cecep menambahkan, saat ini kendaraan yang memiliki tonase besar masih belum bisa melewati jembatan tersebut.

Hal itu karena peneliti tidak bisa menganalisa kekuatan struktur saat ini, terutama kedalaman tiang pancang pada jembatan.

“Kemudian dari 24 pancang 3 tiang yang patah itu, kita tidak bisa menghitung berapa kekuatannya,” ungkapnya.

BACA JUGA:  Pabrik Mobil Listrik VinFast Resmi Beroperasi di Subang

Sehingga, karena proses perbaikan Jembatan Baru belum bisa berjalan, kendaraan dengan tonase besar belum bisa melintas.

“Tujuannya untuk antisipasi, supaya tidak ada kejadian yang dapat merugikan pengendara,” ungkapnya.

Selain itu, akibat proses perbaikan Jembatan Baru belum bisa berjalan, maka perbaikan Jembatan Parungsari juga terhambat karena menjadi jalan alternatif. (Sandi/R12/HR Online/Editor-Rizki)